Klik nomor untuk langsung menghubungi kami
Hubungi kami,klik disini
SMA BPI 1 BANDUNG
SMA BPI 1 BANDUNG

SELAMAT DATANG DI WEBSITE SMA BPI 1 BANDUNG

Kurikulum

PENGELOLAAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM

 

Pengelolaan dan pelaksanaan kurikulum diatur berdasarkan tugas dan jadwal kegiatan pembelajaran, baik kurikuler, ko-kurikuler, maupun ekstra kurikuler dengan mengintegrasikan IPTEK dan IMTAQ serta didukung oleh kegiatan pengembangan kualifikasi guru melalui MGMP, penataran, workshop, atau pelatihan kerja lainnya ditindak lanjuti dengan penilaian sistem evaluasi.

  1. Pengelolaan Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran adalah kegitan belajar seluruh warga belajar di sekolah yang berorientasi pada upaya memperoleh pengalaman belajar melalui learning by doing, sehingga secara bertahap bisa memperoleh keterampilan/kecakan hidup, bukan semata-mata pada target pencapaian hasil.

Pengelolaan proses pembelajaran dilaksanakan oleh guru dan unsur pendidik lainnya yang berperan sebagai fasilitator. Guru bukan bagian yang dominan dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik (siswa) sebagai subjek pendidikan.

Secara terperinci kegiatan pembelajaran dilaksanakan melaui :

  1. Kegiatan Kurikuler

Kegiatan kurikuler adalah kegiatan belajar yang dilakukan melalui tatap muka yang alokasi waktunya telah ditentukan dalam susunan program dan diperdalam atau diperkaya dengan kegiatan ko-kurikuler berpedoman pada :

  1. Kalender Pendidikan

Penjabaran kalender pendidikan disesuaikan dengan petunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

  1. Pembagian tugas guru yang didasarkan pada :
  1. Program tahunan dan semester

Program tahunan dan semester disusun berdasarkan sistematika tahun pelajaran yang menggunakan sistem semester merupakan bagian dari program pembelajaran.

Dalam program tahunan memuat alokasi waktu untuk setiap pokok bahasan dalam satu tahun pelajaran. Program semester merupakan salah satu bagian dari program pengajaran yang memuat alokasi waktu untuk setiap satuan bahasan pada setiap semester.

Kegiatan kurikuler untuk peserta didik kelas XII diperdalam atau diperkaya tidak hanya melalui pemberian tugas-tugas/pemantapan, juga melalui kegiatan PKA.

 

- 4 -

PKA khusus diberikan baik untuk peserta didik yang mengambil program IPA maupun IPS dengan jadwal pelaksanaan satu jam pelajaran setiap minggu yang disisipkan pada jam pelajaran wajib untuk  mata pelajaran yang di Ujian Nasionalkan.

Materi kaji latih untuk program IPA meliputi mata pelajaran : Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, dan Kimia. Sedangkan untuk program IPS meliputi mata pelajaran : Bahasa Inggris, Matematika, Geografi dan Ekonomi.

     d.  Penyusunan persiapan pembelajaran menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan           Pendidikan (KTSP)

Dalam KTSP persiapan mengajar oprasionalnya disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan, berdasarkan : Kerangka Dasar Kurikulum dan Standar Kompetensi.

      e.   Pelaksanaan Kegiatan Kurikulum

            Pelaksanaan kegiatan kurikulum berlangsung berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

f.   Penilaian

     Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Tujuan dari penilaian proses danhasil belajar adalah untuk menentukan tingkat ketercapaian tujuan pendidikan dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

      Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator, di dalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga komponen penting yang meliputi : Tekhnik Penilaian, Bentuk Instrumen, dan Instrumen Penilaian.

2. Sistem Penilaian, Penjurusan, Kenaikan Kelas Menggunakan KTSP

    2.1. Skala Penilaian

           a.  Nilai  (PPK, Praktik) dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat, dengan rentang   0 – 100.

           b. Nilai SIKAP dinyatakan dalam bentuk kualitatif dengan kriteria : Tinggi,  Sedang, Rendah.

           c.   Nilai ketuntasan belajar maksimum adalah : 100

           d. Sekolah dapat menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dibawah nilai ketuntasan ideal, namun sekolah harus mempunyai target waktu untuk mencapai ketuntasan belajar ideal/maksimum

            e.   Nilai ketuntasan belajar minimum ditetapkan pada awal tahun pelajaran dan di evaluasi ketercapaiannya pada setiap semester.

 

 

.  - 5 -

 

2.2. Raport Semester

       Setiap semester laporan hasil belajar siswa disampaikan kepada peserta didik dan orang tua/wali peserta didik.

 

2.3. Kenaikan Kelas

        a. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran

b. Kenaikan kelas menggunakan sistem Penilaian Standar Ketuntasan Belajar Minimal  yang ditetapkan oleh masing-masing mata pelajaran melalui koordinator mata pelajaran kemudian disetujui oleh kepala sekolah untuk disampaikan kepada peserta didik, orang tua/wali peserta didik, dan komite sekolah.

c.  Kriteria Ketuntasan Minimal harus diupayakan dicapai peserta didik melaui berbagai tahapan penilaian dan remidial.

d. Penilaian harus mencakup aspek PPK, PRAKTIK, SIKAP serta uraian keterangannya.

e.  Peserta didik dinyatakan naik kelas, apabila memiliki nilai kurang paling banyak pada tiga mata pelajaran yang bukan merupakan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program/jurusan yang akan, sedang diambil/diikuti. Dengan demikian mata pelajara-mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan harus mencapai nilai minimal ketuntasan yang ditetapkan oleh sekolah yang bersangkutan.

 

2.4. Penjurusan

        a.   Dilaksanakan di kelas X (semester 1)

        b. Kriteria penjurusan meliputi : minat / angket  nilai akademik, pertimbangan guru bimbingan dan konseling,guru pengajar, wali kelas, dan orang tua/wali

        c.  Dalam menentukan jurusan, peserta didik terlebih dahulu dicari tahu minatnya apakah hendak :

Minat peserta didik dapat diketahui melalui angket/kuesioner dan wawancara, atau test psikologi untuk mendeteksi bakat, kecerdasan potensi akademik dan lainnya.

d. Peran guru bimbingan dan konseling sangat berarti dalam menentukan penjurusan seorang peserta didik, yang dilakukan baik dengan wawancara, pengisian angket atau test psikologi.

- 6 -

 

e. Peserta didik yang akan memasuki program ilmu alam, maupun ilmu sosial disyaratkan mencapai ketuntasan dalam mata pelajaran yang sesuai dengan karakteristik program tersebut.

f. Peserta didik diberi kesempatan untuk pindah jurusan (multi-entri-multi-exit), apabila yang bersangkutan tidak cocok pada jurusan semula atau tidak sesuai dengan kemampuan belajarnya. Sekolah harus mempasilitasi agar peserta didik dapat mengejar standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimilki di kelas baru.

g.  Batas waktu untuk pindah jurusan ditentukan oleh sekolah (maksimal 1 bulan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

- 7 -