Lomba Essay BPI Pak Lukman
SUBTEMA: MAMPUKAN PRODIKSUS MEMBERIKAN PENDIDIKAN YANG PRIMA DALAM ERA GLOBALISASI?
PRODIKSUS
CARA JITU MENINGKATKAN MUTU
Prodiksus yang diimplementasikan di Yayasan BPI merupakan jawaban dari tuntutan bila kita hidup dimasa yang menuntut semua orang untuk dapat memiliki kecakapan dalam berbagai hal dan tidak cukup dibuktikan dengan ijasah yang dimiliki. Prodiksus bisa menjadi jembatan dalam menjawab kesenjangan antara ilmu yang dipelajari dalam muatan kurikulum yang ada saat ini dengan kecakapan yang akan dibutuhkan di masa depan seperti contohnya kemampuan video editing yang jarang bahkan tidak dipelajari secara mendalam di tahun 2000 an menjadi keahlian yang penting dimasa sekarang ini sehingga muncul profesi baru yang menjanjikan seperti Youtuber. Dengan kata lain, prodiksus akan menjadi program yang sangat mendukung terealisasinya kurikulum merdeka belajar yang sedang ramai sekarang dikembangkan di sekolah-sekolah khususnya di BPI.
Selain itu, di era sekarang sudah bukan jamannya bagi peserta didik hanya disibukan waktunya untuk belajar secara teori dan pratek dalam ruang lingkup sekolah. Peserta didik sangat perlu memiliki pandangan bila mereka harus memiliki kemampuan lain yang mereka minati untuk menghasilkan keuntungan bagi mereka, dengan kata lain memiliki jiwa kewirausahaan yang baik untuk menjual potensi yang dimilikinya. Kita bisa lihat dengan banyaknya Website Freelancer, Upwork, dan Fivers yang mewadahi banyak orang untuk bisa menjual potensi dirinya yang bukan hanya dalam ruang lingkup lokal namun intenasional. Sepengalaman penulis dengan mengunjungi banyak sekolah di beberapa negara maju sudah tidak asing bagi siswa-siswi di tingkat menengah atas dan universitas sudah bekerja paruh waktu mendapatkan pelanggan dari website-website tersebut seperti menjadi pengembang website, pengembang koten, video editing, disainer, alih bahasa, model online, pengembang musik dan lain sebagainya karena mereka memiliki kemampuan khusus untuk mereka jual selain ilmu yang didapatkan disekolah secara umum. Dengan hal ini tidak diragukan lagi mengapa lulusan siswa-siswi di beberapa negara tersebut memiliki daya saing yang lebih serta memiliki etos kerja yang tinggi setelah mereka lulus dari sekolah dan memilki perkerjaan.
Oleh karena itu, prodiksus yang dijalankan di BPI sudah tidak diragukan lagi akan dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk mendapatkan kemampuan yang lebih dari hanya mendapatkan pengetahuan yang didapat dari pebelajaran di sekolah. Lalu pertanyaannya bagaimana meramu pelaksanaan prodiksus di BPI agar dapat berjalan dan mendapatkan hasil yang diharapkan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan prodiksus di BPI.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah progam pendidikan khusus ini harus memliki tujuan yang jelas akan lulusan yang diharapkan serta apa yang diharapkan dari lulusan untuk dapat memiliki kecakapan dalam bidang yang dibutuhkan. Hal ini dapat dilakukan bukan hanya dengan menyebarkan angket kepada siswa dengan menanyakan bidang apa yang mereka minati untuk dipelajari dan dikembangkan namun bisa juga dengan melakukan tes minat dan bakat agar sekolah mengetahui secara pasti minat dan bakat siswa dari potret kemampuan siswa tersebut. Selain itu, sekolah juga harus peka dan mampu memberikan rekomendasi program pendidikan khusus yang akan memiliki potensi dimasa depan. Dapat kita lihat bahwa dimasa depan kemampuan khusus yang dibutuhkan di era digital ini seperti data analis, kemampuan pengembangan multimedia, kemampuan negosiasi dan public speaking, pengembangan block chain tech developer, disain komunikasi visual dan lain sebagainya akan menjadi bekal dan kemampuan yang sangat berharga dan digunakan oleh peserta didik di masa depan. Oleh karena itu, Dengan cara melihat potensi yang akan muncul di masa depan serta didasari potret kemampuan dan minat siswa, sangat diyakini akan menjadi landasan dan pijakan yang baik dalam implementasi prodiksus di BPI.
Hal yang tidak kalah penting lainnya dalam implementasi prodiksus di BPI yaitu melibatkan praktisi yang professional di bidangnya dalam pembekalan ilmu dan pengelaman kepada peserta didik. Dengan hal ini dipercaya akan mampu memberikan khasanah keilmuan terkini yang sedang berkembang seta dibutuhkan di masa sekarang dan bahkan di masa yang akan datang. Sebagai contohnya program pendidikan khusus dalam bidang broadcasting dan public speaking berkerjasama dengan Ardhan atau 99ers schools dimana para penyiar dan pembaca berita professional dapat menularkan ilmunya secara langsung kepada siswa-siswi yang mengikuti program ini dan bahkan mengikuti program mangang secara professional dikedua media besar tersebut. Contoh lainnya dalam hal progam pendidikan khsuus dalam bidang design komunikasi visual yang sangat berkembang pesat sehingga dapat melahirkan profesi baru di bidang NFT serta banyak dibutuhkan di era digital saat ini. Kita bisa belajar dari kasus Ghozali seorang pemuda yang kaya mendadak dari menjual konten di NFT sehingga menjadikan banyak pemuda di jaman sekarang yang menjadikan ini sebagai profesi baru serta menjanjikan, khususnya bagi yang menyukai bidang disain, pengembang koten dan fotografi. Kita bisa bayangkan bila para peserta didik memiliki kemampuan design yang baik lalu menyimpan hasil desingnya di NFT maka ini akan membuat mereka mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah diusia dini. Dalam hal ini kita bisa saja bekerjasama dan mendatangkan professional di bidang NFT dan desain komunikasi visual secara langsung.
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah bentuk kerjasama di program pendidikan khusus yang akan dijalankan dengan institusi yang eligible dan dipercaya untuk mengukur hasil pembelajaran dan bahkan pelaksanaan pembelajarannya sehingga lulusan dari BPI mendapatkan sertifikat lainnya disamping ijasah yang didapatkan oleh para lulusan. Kita bisa ambil contoh dalam program yang diadakan oleh Google Course dengan banyak sekali program pelatihan khusus yang diberikan secara gratis dan program terkini yang dibutuhkan peserta didik di masa depan. Seperti contohnya digital marketing, data analis, media editing dan lain sebagainya dimana program ini diberikan Google secara gratis. Kita bisa bayangkan bagaimana bila program pendidikan khusus di BPI mengadakan kerjasama dengan Google Course maka para lulusan bukan hanya mendapatkan ilmu dari para professional di bidangnya namun juga akan mendapatkan sertifikat Google yang diakui secara internasional dan bahkan sertifikat Google ini sudah menyamai ijasah di tingkat sarjana. Di Indonesia sendiri banyak institusi yang mengadakan hal serupa seperti IndonesiaX, Binar Academy dan lain sebagainya dimana BPI memiliki peluang sangat besar untuk bekerjasama dengan mereka dalam program pendidikan khusus yang dijalankan.
Dalam hal ini, dapat disimpulkan bila prodiksus merupakan cara jitu untuk BPI dalam meningkatkan mutu lulusan yang dapat berdaya saing serta memiliki keunggulan lain disamping pengetahuan yang didapat di mata pelajaran yang termuat dalam kurikulum. Selain itu, dalam mencapai terwujudnya program pendidikan khusus yang diharapkan, beberapa hal diatas sangat perlu diperhatikan serta diimplementasikan dengan sungguh-sungguh demi terwujudnya Visi BPI untuk melahirkan anak bangsa yang berkualitas dan setia pada dharmanya.
Penulis
Lukman Arif Rachman, M.Pd